Hayo, siapa di sini yang lagi berjuang diet tapi sering kelaparan atau malah pusing karena makan terlalu sedikit? Banyak banget orang yang pengen cepet langsing, akhirnya nekat potong kalori drastis. Padahal, kalau kelewat rendah, tubuh justru protes keras lho. Malah bisa bikin metabolisme kacau dan berat badan balik lagi nanti.
Nah, di artikel ini, kita bahas tuntas soal jumlah minimal kalori saat diet yang aman. Biar kamu bisa turun berat badan secara sehat, tanpa siksaan lapar ekstrem atau risiko kesehatan. Kita akan hitung bareng-bareng, kasih contoh menu, dan tips praktis. Yuk, simak sampai habis biar dietmu kali ini berhasil dan sustain!
Kenapa Harus Tahu Jumlah Minimal Kalori Saat Diet?
Diet itu intinya menciptakan defisit kalori—artinya, kalori yang masuk lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh. Tapi, defisitnya jangan sampai ekstrem. Tubuh kita butuh energi minimal untuk fungsi dasar, seperti napas, jantung berdetak, dan organ bekerja.
Kalau kalori terlalu dikit, tubuh masuk mode “kelaparan”. Akibatnya? Metabolisme melambat, otot ikut terbakar, dan kamu malah gampang gemuk lagi pas berhenti diet. Belum lagi risiko lain seperti rambut rontok, kulit kusam, atau hormon kacau.
Jadi, jumlah minimal kalori saat diet itu seperti “batas aman” biar proses penurunan berat badan tetap sehat. Umumnya, ahli gizi sarankan jangan di bawah angka tertentu, tergantung jenis kelamin dan kondisi tubuh.
Berapa Sih Jumlah Minimal Kalori yang Aman Saat Diet?
Ini bagian yang paling ditunggu! Berdasarkan banyak sumber kesehatan terpercaya seperti Halodoc, Hello Sehat, dan rekomendasi internasional:
- Untuk wanita dewasa: Minimal 1.200 – 1.500 kalori per hari.
- Untuk pria dewasa: Minimal 1.500 – 1.800 kalori per hari.
Kenapa beda? Karena pria biasanya punya massa otot lebih banyak, jadi basal metabolic rate (BMR)-nya lebih tinggi.
Kalau kamu aktif bergerak atau olahraga rutin, boleh agak lebih tinggi dari minimal itu. Tapi kalau langsung turun ke bawah 1.200 (buat cewek) atau 1.500 (buat cowok) tanpa pengawasan dokter, risikonya besar banget.
Contoh: Banyak diet viral yang cuma 800-1.000 kalori sehari. Awalnya sih turun cepet, tapi jangka panjang? Tubuh balas dendam dengan nafsu makan gila-gilaan.
Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Pribadimu Secara Akurat
Jumlah minimal kalori saat diet nggak bisa digeneralisasi 100%. Yang paling pas adalah hitung sendiri berdasarkan data tubuhmu. Caranya pakai rumus Mifflin-St Jeor, yang dianggap paling akurat.
Langkah 1: Hitung BMR (Kalori Minimal untuk Fungsi Dasar Tubuh)
- Wanita: BMR = (10 × berat badan kg) + (6,25 × tinggi cm) – (5 × usia tahun) – 161
- Pria: BMR = (10 × berat badan kg) + (6,25 × tinggi cm) – (5 × usia tahun) + 5
Contoh buat cewek umur 30 tahun, berat 65 kg, tinggi 160 cm: BMR = (10 × 65) + (6,25 × 160) – (5 × 30) – 161 = 650 + 1.000 – 150 – 161 = 1.339 kalori.
Ini artinya, meskipun tiduran seharian, tubuh butuh minimal 1.339 kalori buat hidup.
Langkah 2: Hitung TDEE (Total Daily Energy Expenditure)
Kalikan BMR dengan faktor aktivitas harianmu:
- Kurang aktif (jarang gerak): × 1,2
- Sedang aktif (olahraga ringan 3-5 hari): × 1,55
- Sangat aktif (olahraga berat hampir tiap hari): × 1,9
Contoh tadi kalau sedang aktif: 1.339 × 1,55 ≈ 2.075 kalori. Ini kebutuhan untuk maintain berat badan.
Langkah 3: Buat Defisit untuk Diet
Kurangi 300-500 kalori dari TDEE untuk turun 0,5-1 kg per minggu (yang aman). Jadi, target diet: sekitar 1.575-1.775 kalori. Jangan sampai di bawah BMR ya!
Apa Risiko Kalau Kalori Saat Diet Terlalu Rendah?
Banyak yang mikir “makin sedikit kalori, makin cepet kurus”. Padahal, ini bom waktu buat tubuh. Beberapa risiko nyata:
- Kekurangan nutrisi: Susah dapat vitamin, mineral, dan protein cukup. Akibatnya kulit kering, rambut rontok, kuku rapuh.
- Metabolisme melambat: Tubuh hemat energi, jadi semakin susah bakar lemak.
- Kehilangan otot: Bukan lemak yang hilang, tapi otot. Hasilnya badan “kurus tapi lemas”.
- Mudah lelah dan mood swing: Pusing, lemah, mudah marah, bahkan depresi.
- Gangguan hormon: Khusus cewek, haid bisa telat atau berhenti. Buat cowok, testosteron turun.
- Efek yo-yo: Berat badan naik lagi lebih banyak setelah diet berhenti.
Intinya, diet ekstrem (<1.200 kalori) hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan medis, biasanya untuk kasus obesitas berat.
Tips Sukses Diet dengan Jumlah Minimal Kalori yang Tepat
Biar nggak bosan dan tetap kenyang:
- Prioritaskan makanan padat nutrisi: Sayur, buah, protein tanpa lemak, karbo kompleks (nasi merah, ubi).
- Makan sering tapi porsi kecil: 3 kali makan utama + 2 snack, biar gula darah stabil.
- Minum air banyak: Minimal 2-3 liter sehari, kadang rasa lapar sebenarnya haus.
- Olahraga yang pas: Kombinasi kardio dan angkat beban biar bakar kalori lebih banyak tanpa potong makan ekstrem.
- Track kalori: Pakai app seperti MyFitnessPal biar akurat.
- Istirahat cukup: Kurang tidur bikin hormon lapar naik.
- Sabar dan konsisten: Turun 0,5-1 kg per minggu sudah ideal.
Contoh Menu Diet 1.500 Kalori Sehari yang Enak dan Mengenyangkan
Ini contoh menu sederhana untuk sekitar 1.500 kalori. Bisa disesuaikan selera!
Sarapan (350-400 kalori): Oatmeal dengan susu rendah lemak, topping pisang dan sedikit kacang almond. Atau roti gandum isi telur rebus dan sayur.
Snack pagi (150 kalori): Yogurt plain + apel sedang.
Makan siang (450 kalori): Nasi merah 100gr, dada ayam panggang 100gr, tumis brokoli + wortel, plus salad.
Snack sore (150 kalori): Segenggam kacang atau smoothie buah tanpa gula.
Makan malam (400 kalori): Ikan bakar, kentang rebus, capcay sayuran.
Total protein bisa sampai 80-100 gram, jadi kenyang lama!
Kesimpulan: Diet Sehat Mulai dari Paham Jumlah Minimal Kalori Saat Diet
Intinya, jangan tergiur diet ekstrem yang janji turun kiloan dalam seminggu. Fokus ke defisit kalori yang sehat, dengan batas minimal 1.200-1.500 untuk wanita dan 1.500-1.800 untuk pria. Hitung sendiri pakai rumus di atas, makan makanan bergizi, dan gerak rutin.
Dengan begitu, berat badan turun pelan tapi pasti, tubuh tetap fit, dan hasilnya langgeng. Kalau ragu, konsultasi ke dokter gizi ya—setiap orang beda kebutuhannya.
Semangat dietnya! Kamu pasti bisa capai body goals tanpa nyiksa diri. Share pengalamanmu di komentar kalau sudah coba ya!








